FOTO: Unboxing AndroidOne Evercoss One X


Advertisement
Android Anyar - Ponsel Lollipop murah dari Google, AndroidOne benar-benar sudah tiba di Indonesia. Ya, ada tiga varian Android One yang tersedia, yaitu Evercoss One X, Nexian Journey One, dan Mito Impact A10.

Kesempatan pertama Blog Android Anyar mencoba performa HP Android One dari Evercoss One X. Di kesempatan ini saya akan membahas mulai dari desain depan dan belakang, tampilan layar hingga sistem opersi serta kinerja sistem operasi Android Lollipop-nya.

Bisa dikatakan sama dengan merk lainnya, tampilan depan Evercoss pun tidak jauh berbeda dengan Nexian dan Mito. Empat sisi sudut Evercoss Journey One lebih rata, mirip seperti perangkat Nexus. Desain yang mengkotak itu diselaraskan dengan frame kamera dan lampu LED flash yang juga terlihat kotak.


Karena One X punya desain mengotak, Android One buatan Evercoss jadi mantap digenggam tangan. Dan tentu saja, tulisan merk 'Evercoss' pun ada di penutup baterai belakang, ditambah tulisan 'androidone' di ujung bawahnya.


Dengan harga 1 jutaan, Android One dibekali dengan spesifikasi yang cukup mumpuni. Secara spesifik Google mengharuskan ponsel Android One menggunakan prosesor quadcore MediaTek MT6582 yang punya kecepatan 1,3 GHz yang ditopang dengan besaran RAM 1 GB. Bentang layarnya berdimensi 4,5 inch dengan resolusi 840x480 pixel.

Sedangkan kameranya berkemampuan 5 MP, yang dipadu dengan kamera depan 2 MP. Tapi meski punya kemampuan yang terbilang rendah, ponsel Android One Evercoss One X mampu menyodorkan hasil jepretan yang lumayan. Hasilnya cukup solid untuk ukuran kamera 5 MP.


Nah, mungkin bagian inilah satu-satunya sektor yang boleh ditingkatkan. Jadi sebelumnya referensi Google mengharuskan ponsel Android One punya memori internal 4 GB. Tapi di Indonesia, seluruh ponsel Android One yang beredar sudah dibenamkan kapasitas internal 8 GB. Tentu hal ini jadi menguntungkan konsumen Indonesia.

Dilanjutkan ke sistem operasinya, tak seperti OS Android pada umumnya yang digunakan oleh banyak ponsel, OS di ponsel Android One memang digarap berbeda. Karena OS Android One hanya dibuat untuk satu pilihan spesifikasi sesuai yang terbenam di ponsel Android One.


Jadi tak seperti OS Android pada umumnya yang dibuat universal agar bisa berjalan di berbagai spesifikasi. Alhasil, kejadian seperti ditemukannya bug juga jadi hal yang biasa dialami penggunanya, meski jarang.

Vendor ponsel Android One juga tak boleh campur tangan soal OS di Android One, jadi sepenuhnya dipegang Google. Pengguna tak akan menemukan launcher milik vendor, maupun aplikasi-aplikasi tambahan lain.

Karena dipegang sepenuhnya oleh Google, OS di Android One juga jadi punya eksklusivitas tersendiri. Update ponsel Android One akan disediakan langsung oleh Google. Jadi seperti Nexus, hanya saja dengan banderol yang jauh lebih murah.

Soal performa, karena dioptimalkan untuk satu pilihan spesifikasi seharusnya ponsel Android One memang menjanjikan pengoperasian smooth. Bahkan Google selaku pembesutnya sampai berani mengklaim bahwa ponsel Android One akan selalu lancar pengoperasiannya meski dipakai tahunan.


Tapi bagian paling menarik adalah ketika mengecek pilihan menu about. Di bagian versi Android yang digunakan, Evercoss One X sudah mengusung Lollipop 5.1. Awalnya memang tak percaya, karena Nexus yang jadi kebanggaan Google saja belum kebagian. Tapi setelah disampaikan sendiri oleh salah satu petinggi Google, tentu tak bisa ditampik lagi.

Tertarik memiliki Android One Evercoss One X?
Maaf, fasilitas komentar untuk FOTO: Unboxing AndroidOne Evercoss One X ditutup untuk sementara. Pertanyaan, saran atau kritik silakan buka halaman Kontak atau Like Facebook untuk respon lebih cepat.